Kembali terlintas dipikiran,
Hati tak berhenti menawar akan adanya harapan,
Kau pernah berlalu tanpa bertanya,
Kini kau kembali mengetuk pintu yg sama.
Aku hampir goyah,
Berharap yg patah mampu kembali utuh,
Berharap yg layu akan kembali merekah,
Berharap benih akan kembali tumbuh.
Terlambat untuk memahami,
Jumat, 23 September 2016
Sabtu, 23 April 2016
Meretas Bayangmu
Tadinya aku baik-baik saja,
Tadinya juga aku tak masalah kau begitu,
yang aku pikirkan saat itu aku belajar
mencintaimu,
yang kurasakan aku harus memahamimu.
Sesuatu yang tadinya aku pikir adalah
kejujuran,
Tapi hanyalah rangkaian alasan untuk
membuatku tenang,
Sekali lagi bukan masalah untukku,
Karena aku percaya padamu.
Kamu
Hey, kamu..
Apa kabar?
Sudah sampaikah salamku dari langit?
Sudah sampaikah rinduku?
Kamu yg bersedia hadir,
namun kadang menghilang,
Kamu yg selalu terpikir,
bagai virus yg meradang.
Teringat bahwa kamu yg pertama,
Pertama hadir ditempat yg baru,
Langit
Tak pernah habis kata hanya untuk
menjelaskan langit,
Dari bumi, langit terlihat bagai
bentangan Samudera luas,
Namun awan-awan putih memberikan aksen
lembut padanya,
Birunya yang menentramkan tapi juga terlihat
sangat dinamis.
Aku ingat pada masa kecil,
Langit menjadi salah satu kanvas untukku
berimajinasi,
Kita
Prolog
[Kita adalah dua orang yang tepat,
Namun bertemu di waktu yang salah]
Awalnya...
Kita berjalan,
Menyamakan langkah kaki kita.
Kita melangkah,
Menyamakan tujuan kita.
Awalnya...
Kita berbincang,
Logam dan Ligan
Ibaratkan aku
logam terhibridisasi,
orbital setengah penuhku atau orbital kosongku,
mampu
mempersilahkan ligan untuk berikatan denganku,
Dengan semua eloktron terluar yg mengisi orbitalku.
Bila kamu adalah ligan kuat,
maka kamu mampu mendesak elektronku,
sehingga kamu bisa memiliki dan
menempati seluruh orbitalku,
dan ikatan antara logam & ligan sifatnya lebih
kuat,
dan tak akan mudah terputus.
Andai kamu
bukan ligan kuat,
maka kamu masih boleh mengisi
orbitalku dengan elektronmu,
tapi kamu harus rela berbagi dengan elektron
lainnya,
dan kekuatan ikatan logam dan
ligan lemah.. mudah terputus.
Yogyakarta, 14 Februari 2016
©Dyah Ayu Pramoda Wardani(DAPW)
Semesta
Pernahkah kau mendengar?
Seberapa pun kenal,
seberapa pun berharap,
seberapa pun cinta,
jika memang bukan orang yang tepat,
akan selalu ada cara untuk dijauhkan.
Seberapa pun tak kenal,
seberapa pun tak ada urusan atau keperluan,
seberapa pun benci,
Langganan:
Postingan (Atom)