Lama nih aku ngga
bahas tentang kimia, mungkin kali ini aku akan sedikit chit-chat lagi soal
pengenalan ilmu kimia tapi part kedua ya, rencana bikin tiga part biar jadi
trilogy gituu 😁😁 Pastinya sih trilogy yang aku buat ngga bakalan bisa
menyaingi trilogy-nya The Hunger Games (aku mah apa atuh? 😔)
Oke mari kita
lanjutkan dengan Bahasa yang lebih serius karena ini menyangkut salah satu ilmu
yang keren abis sepanjang masa 😍😍
Pengenalan
Ilmu Kimia (Part II)
Ilmu
Kimia
Entah kamu baru
pertama kalinya atau sedang mempelajari kimia, atau bahkan baru pertama kalinya
mendengar kata “Kimia”? Pernahkah ada gambaran bagaimana sifat dasar dari ilmu
ini dan tentang apa yang dilakukan para kimiawan? Mungkin kamu berimajinasi
ketemu lagi nih sama aku, gimana
kabarnya? Sehat? Alhamdulillah... (Yang sakit gigi di pojok ruangan mesem).
Guys, kali ini aku mau sedikit share
nih soal skripsi. Pasti ada yang nanya, “apaan sih? Kaya pernah nulis skripsi
aja?”. Nah, kebetulan nih, aku punya pengalaman sekali nulis skripsi. Share aku kali ini berdasarkan pengalaman aku
sendiri dalam menulis skripsi, artinya aku udah lulus S-1 (asek..asek..Joooss),
hahaha. Tapi yang mau aku share sekarang baru tips-tips awal dalam menulis
skripsi (ngga apa-apa yaak :D ). Aku share ini juga karena banyak teman-teman
seangkatan maupun kakak tingkat aku yang sering curhat tentang terhambatnya
skripsinya. Yuk, silahkan dibaca :).
Perkembangan
ilmu kimia diawali sejak zaman Alkimia yaitu abad ke5 SM yang berawal di
Aleksandria, Mesir dan berkembang ke Cina. Ilmu kimia yang berkembang pada masa
itu disebut istilah alkimia. Pada saat itu ahli alkimia Aleksandria berusaha
mengubah batu menjadi emas. Perkembangan alkimia di Cina menghasilkan bubuk
mesiu yang berguna sampai sekarang sebagai alat perang dan kembang api. Dari Aleksandria
Mesir, alkimia berkembang ke Eropa dan
Alkali metals is reactively metal
elements which is located on the left side of elements periodic system. Alkali
metals consist of six elements, that are Lithium(Li), Sodium(Na), Pottasium(K),
Rubidium(Rb), Cesium(Cs), and Fransium(Fr). In this paper, it is described
specificly about Sodium(Na) metal.
Sodium metal has atomic number is 11 and the atomic weight
is 22,9898, and located in 3 periode. Sodium is discovered by Sir Humphry Davy
in 1807, he isolated sodium for the first time by electrolysis of
dried sodium hydroxide, which had been very slightly moistened. The
electrolysis was powered by the combined output of three large batteries he had
built.
Ilmu kimia mempunyai peran yang
begitu luas sehingga menempati posisi unik di antara ilmu-ilmu lainnya seperti
biologi, kedokteran, farmasi, pertanian, fisika, dan teknik (industri, sipil,
mekanik), geologi, dan metalurgi. Keterkaitan ilmu kimia dengan ilmu lainnya
Materi ada di sekeliling kita. Perhatikan
setiap kegiatan yang kalian lakukan, umpama kalian pergi ke sekolah. Kalian di
kelilingi oleh materi, udara yang kalian hirup adalah materi, yakni campuran
dari gas oksigen, nitrogen, dan gas lainnya. Baju yang kalian pakai terbuat
dari materi berupa serat alami ataupun sintetis (polimer), seperti poliester. Buku
yang kalian perlukan terbuat dari selulosa. Mobil yang kalian gunakan merupakan
gabungan dari berbagai materi seperti logam, kaca, dan polimer. Demikian pula
energi yang digunakan untuk menggerakkan mobil tersebut berasal dari pembakaran
materi, yakni bensin atau solar. Dan jangan lupa, tubuh kita pun tersusun dari
materi!
Segala sesuatu tentang materi
dan perubahan materi inilah yang dipelajari dalam ilmu kimia. Ilmu kimia adalah
Iodin memasuki tubuh dalam makanan atau air dalam bentuk ion
iodida atau iodat, dalam lambung ion iodat diubah menjadi iodida. Dalam
perjalanan 100 tahun, iodin telah larut dari tanah dan terkuras ke dalam
lautan, sehingga di daerah pegunungan dan pedalaman pasokan iodin kemungkinan
sangat terbatas, sementara unsur ini melimpah di daerah-daerah pantai. Kelenjar
tiroid memekatkan dan menjebak iodida dan mensintesa serta menyimpan hormon
tiroid dalam tiroglobulin, yang mengkompensasi kelangkaan dari iodin.
Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi
fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain
karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur
dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog
dan pemanasan global).
Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah
pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx
berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk
pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami
(misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara,
sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3)
yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah
pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar
fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari
konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang
teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4)
yang menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi gas NOx dan SO2 ke udara
dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3)
dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika
dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih
kecil dari 5,6 yang merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan
asam”. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi
asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi
pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan
terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung
menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).
Sekitar
2,5 anad lalu, ahli filsafat Yunani Leucippus
berpendapat bahwa materi tersusun daributiran-butiran kecil. Pendapat ini
dikembangkan oleh Democritus, muridnya, bahwa materi tersusun oleh
partikel-partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Partikel ini disebut
atom. Konsep atom tersebut masih berupa pemikiran filosofis dan tidak didukung
oleh bukti atau belum teruji sehingga belum memberi arti yang cukup di bidang
keilmuan. Baru setelah perumusan hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan
tetap, yang merupakan hasil pengamatan terhadap suatu reaksi kimia, konsep atom
mulai dipikirkan lagi oleh seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton pada
abad ke-18.
1.Teori Atom Dalton
John Dalton (1766-1844) berpendapat
bahwa konsep atom Democritus benar karena tidak bertentangan dengan hukum
kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap. Berdasarkan pemikiran tersebut,
di tahun 1803 Dalton merumuskan teori atomnya sebagai berikut:
a.Materi
tersusun dari partikel-partikel terkecil yang disebut atom.
b.Unsur
adalah materi yang tersusun dari atom-atom sejenis dengan massa dan sifat yang
sama.
c.Unsur
yang berbeda mempunyai atom-atom dengan massa dan sifat yang berbeda.
d.Senyawa
adalah materi yang tersusun dari setidaknya 2 jenis atom dari unsur-unsur yang
berbeda, dengan perbandingan tetap dan tertentu. Dalam senyawa, atom-atom
tersebut berikatan melalui ikatan antarmolekul.
e.Atom
tidak dapat dipisahkan. Reaksi kimia hanyalah penataatn ualng atom-atom yang
bereaksi.
Dalam
perkembangannya, tidak semua isi teori atom Dalton adalah benar. Perkembangan
atom menyebutkan bahwa atom ternyata masih dapat dibagi lagi menjadi
partikel-partikel yang lebih kecilyang disebut dengan partikel-partikel
subatomik. Hal ini berkat penemuan metode elektrolisis yang dapat mengurai
senyawa stabil menjadi atom-atom bermuatan dengan bantuan arus listrik. Fakta
bahwa atom dapat mengandung muatan listrik mendorong ilmuwan memikirkan kembali
tentang gambaran struktur atom, yakni keberadaan partikel subatomik dalam atom.
2.Teori
Atom Thomson
Setelah penemuan elektron, maka teori
Dalton yang mengatakan bahwa atom adalah partikel yang tak terbagi, tidak dapat
diterima lagi. Pada tahun 1900, J.J. Thomson, mengajukan model atom yang
menyerupai rotikismis. Menurut Thomson, atom terdiri dari materi bermuatan
positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.
Secara keseluruhan, atom bersifat netral.