W E L C O M E

YOU ARE IN MY BLOG

Selasa, 21 Agustus 2012

Peranan dan Perkembangan Ilmu Kimia


PERANAN DAN PERKEMBANGAN ILMU KIMIA (part II)
   Perkembangan ilmu kimia diawali sejak zaman Alkimia yaitu abad ke5 SM yang berawal di Aleksandria, Mesir dan berkembang ke Cina. Ilmu kimia yang berkembang pada masa itu disebut istilah alkimia. Pada saat itu ahli alkimia Aleksandria berusaha mengubah batu menjadi emas. Perkembangan alkimia di Cina menghasilkan bubuk mesiu yang berguna sampai sekarang sebagai alat perang dan kembang api. Dari Aleksandria Mesir, alkimia berkembang ke Eropa dan di Eropa inilah alkimia berkembang dengan pesat menjadi ilmu kimia modern.
    Kimia modern berkembang dengan cepat karena didorong oleh adanya perkembangan ilmu lain, misalnya fisika yang menciptakan teori mutakhir serta alat-alat canggih, matematika yang merupakan alat bantu untuk semua ilmu, serta biologi yang semakin maju.
    Perkembangan ilmu kimia selain didorong oleh perkembangan ilmu-ilmu lain, juga mengakibatkan ilmu lain tersebut dapat terbantu berkat penemuan-penemuan ahli kimia, misalnya kristal cair yang ditemukan para ahli kimia dimanfaatkan oleh ahli fisika untuk membuat layar kalkulator dan layar komputer yang disebut LCD (Liquid Crystal Display). Penemuan tentang mekanisme replikasi dan struktur DNA membawa para ahli biologi mengembangkan biologi molekuler yang diterapkan pada rekayasa genetika (Genetic Engineering).
    Seperti halnya para ahli alkimia yang ingin membuat emas dari batu, para ahli kimia modern ini terus berusaha membuat bahan yang berguna bagi manusia dengan kualitas yang lebih baik, harga lebih murah, dan tidak mencemari lingkungan.
    Salah satu temuan ahli kimia modern yang saat ini banyak digunakan untuk berbagai keperluan, yaitu plastik. Plastik merupakan karya besar ahli kimia yang sangat berpengaruh besar terhadap kebiasaan hidup manusia. Kelemahan plastik yang tidak dapat membusuk sehingga mencemari lingkungan terus diusahakan untuk dihilangkan. Sampai saat ini para ahli masih terus berusahan menciptakan plastik yang bisa dirusak mikroba dan tidak mencemari lingkungan.
    Dalam ilmu biologi dijelaskan bahwa sifat individu ditentukan oleh faktor keturunan yang disebut gen dari induknya. Para ahli kimia molekuler telah dapat menjelaskan bagaimana suatu gen disusun, bahkan sampai pada cara menghilangkan sifat jelek yang menurun dari suatu induk spesies.
    Dalam ilmu fisika telah diketahui bahwa batu baterai dapat digunakan sebagai sumber arus yang tidak dapat diisi kembali, sedangkan aki dapat diisi kembali. Dengan bantuan ilmu kimia, bagaimana proses yang terjadi di dalamnya, telah dapat diketahui, sehingga sekarang telah dikenal batu baterai yang bisa diisi ulang.
    Peranan ilmu kimia tidak hanya pada ilmu-ilmu murni saja, tetapi juga pada ilmu terapan, misalkan komputer, kedokteran, pertanian, dan bahkan dalam bidang ilmu sosial, misalkan hukum, fotografi, seni, dan lingkungan hidup. Berikut contoh-contoh penerapan ilmu kimia pada kehidupan sehari-hari.
a. Dengan bantuan ilmu kimia telah diciptakan alat pencuci darah (haemodialisis) yang sangat mebantu para pasien.
b.  Penemuan para ahli kimia dalam mempelajari silikon yang merupakan bahan dasar untuk membuat mikroprosesor, menyebabkan komputer semakin kecil ukurannya dan semakin canggih.
c. Peningkatan produksi pertanian memerlukan dukungan ilmu kimia, misalnya pembuatan bibit unggul dengan rekayasa genetika, pembuatan pupuk buatan, serta pembuatan pestisida.
d. Para ahli kimia membantu polisi untuk mencari bukti kejahatan seseorang, misalnya untuk mengidentifikasi korban bom, korban kebakaran yang tidak dapt dikenali wajahnya, diperlukan sidik DNA dalam proses penyidikan. Untuk diperlukan bantuan dari ahli kimia.
e. Penemuan foto berwarna tidak terlepas dari peranan ahli kimia dalam membuat zat warna yang peka cahaya.
f. Ilmu kimia juga berperan dalam menemukan efek visual pada pertunjukkan hiburan, misalnya es kering untuk membuat kabut, kembang api, dan efek khusus yang melibatkan bahan peledak.
g. Pencegahan pencemaran lingkungan sangat membutuhkan peranan ahli kimia dan ilmu kimia, terutama dalam menangani limbah. Oleh karena itu di universitas ada jurusan kimia lingkungan yang melatih para ahli kimia menangani dalam bidang lingkungan hidup.
h. Di bidang kesehatan, jasa para ahli kimia antara lain menemukan bahan kimia yang berguna untuk obat-obatan, misalnya penemuan senyawa antibiotika untuk anti infeksi, dan penemuan senyawa silikon untuk operasi plastik (operasi kecantikan).
    Peranan ilmu kimia yang cukup besar tersebut tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan ilmu-ilmu lain, misalnya fisika, biologi, matematika, sosiologi, hukum, dan ilmu lainnya.
    Perkembangan ilmu kimia didukung oleh penemuan berbagai peralatan baru, misalnya komputer, peralatan fisika yang canggih, dan peralatan elektronika yang serba digital. Oleh karena itu, selain belajar kimia kita juga harus belajar dan menguasai ilmu lain. Dengan demikian, ilmu kimia tidak berarti jika tidak memperhatikan aspek hukum, aspek ekonomi, serta aspek sosial kemasyarakatannya.
    Ilmu kimia menghasilkan bisnis besar. Dari ilmu kimia inilah dibangun berbagai pabrik untuk mengolah bahan alam yang kurang berguna menjadi bahan yang lebih berguna dengan menyerap banyak tenaga kerja, misalnya industri pupuk, industri plastik, industri plastik sintetis, industri obat-obatan, dan banyak lagi industri yang lain, bahkan termassuk pabrik pemusnah peradaban yaitu pabrik senjata kimia.
    Ahli kimia banyak diperlukan dalam berbagai bidang. Menjadi peneliti kimia maupun ahli teknik kimia merupakan suatu karier yang menjanjikan kepuasan dari segi ilmu maupun materi.
Source : Darmo, Unggul. 2006. Kimia SMA Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar